Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Raja Ampat bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sorong membuka pelayanan di Raja Ampat. Pelayanan di Kantor DPMPTSP ini dilakukan selama dua hari, 21-22 Mei 2025, untuk pembuatan nomor pokok wajib pajak atau NPWP dan layanan lainnya terkait pajak.
Ratusan warga dan pelaku usaha kecil memanfaatkan layanan terbatas di kantor DPMPTSP ini. Pelayanan hari kedua dijadwalkan hanya berlangsung setengah hari.
Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Non-perizinan Dinas PMPTSP Raja Ampat Ashar mengatakan pihaknya melakukan pelayanan bantuan bersama KPP Pratama Sorong bagi warga dan pelaku usaha yang ingin membuat NPWP atau melakukan aktivasi. Selain itu ada momentum penerimaan CPNS dan PPPK di lingkungan Pemkab Raja Ampat yang juga membutuhkan NPWP untuk administrasi kepegawaian.
“Kami hanya memfasilitasi dan pelayanan bantuan sebagai upaya untuk mendorong investasi bagi pelaku usaha. Selain pelaku usaha, pengurusan NPWP ini juga dibutuhkan masyarakat umum karena ada beberapa pegawai yang sampai saat ini NPWP-nya belum teraktivasi,” kata Ashar kepada RRI.
Menurutnya, pelayanan pembuatan NPWP di Waisai ini tidak berlangsung lama karena keterbatasan waktu dari petugas pajak. Namun, DPMPTSP tetap mengakomodasi dan membantu melayani bagi masyarakat yang mau membuat NPWP.
Ashar menjelaskan pembuatan NPWP bisa dilakukan secara daring atau online, tapi masih banyak masyarakat yang belum paham. Dinas PMPTSP siap membantu warga atau pelaku usaha yang ingin membuat NPWP tanpa harus pergi ke kantor pajak di Kota Sorong yang membutuhkan biaya. “Untuk nomor wajib pajak bisa secara online. Untuk pembuatan kartu yang harus ke Kantor Pajak di Sorong,” katanya.
Kantor pajak, kata dia, pernah membuka layanan di Waisai tapi kemudian tidak dilanjutkan. DPMPTSP akhirnya membantu membuka layanan tambahan ini untuk memfasilitasi semua lapisan masyarakat Raja Ampat.
Ia mengakui jumlah populasi di kabupaten bahari ini terus bertambah dan aktivitas perekonomian masyarakat juga meningkat. Kondisi-kondisi ini membutuhkan inovasi pelayanan agar investasi di Raja Ampat semakin berkembang.
Ashar menambahkan DPMPTSP ingin terus meningkatkan jangkauan pelayanan hingga distrik dan kampung yang jauh karena kondisi geografis Raja Ampat adalah kepulauan. Pihaknya terus berusaha mendorong pelayanan investasi yang semakin baik.